Selasa, Mei 15, 2012

Sekali Lagi Tentang JAJAR LEGOWO


PRINSIP
·         Meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam.
·         Memanipulasi lokasi tanaman a seolah-olah tanaman padi menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak.

TEKNIK PENERAPAN 
1.   Pembuatan Baris Tanam 
Persiapkan alat garis tanam dengan ukuran jarak tanam yang dikehendaki. Bahan untuk alat garis tanam bisa digunakan kayu atau bahan lain yang tersedia serta biaya terjangkau. Lahan sawah yang telah siap ditanami, 1-2 hari sebelumnya dilakukan pembuangan air sehingga lahan dalam keadaan macak-macak. Ratakan dan datarkan sebaik mungkin. Selanjutnya dilakukan pembentukan garis tanam yang lurus dan jelas dengan cara menarik alat garis tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya serta dibantu dengan tali yang dibentang dari ujung ke ujung lahan. 
2.   Tanam 
Umur bibit padi yang digunakan sebaiknya kurang dari 21 hari. Gunakan 1-3 bibit per lubang tanam pada perpotongan garis yang sudah terbentuk. Cara laju tanam sebaiknya maju agar perpotongan garis untuk lubang tanam bisa terlihat dengan jelas. Namun apabila kebiasaan tanam mundur juga tidak menjadi masalah, yang penting populasi tanaman yang ditanam dapat terpenuhi. Pada alur pinggir kiri dan kanan dari setiap barisan legowo, populasi tanaman ditambah dengan cara menyisipkan tanaman di antara 2 lubang tanam yang tersedia. 

Untuk menghitung peningkatan populasi dengan sitem tanam jajar legowo bisa menggunakan rumus :       100% X  1 : ( 1 + jumlah legowo).

contoh:
·         untuk legowo 2:1 peningkatan populasinya adalah :  100%  X  1 : (1 + 2) = 30%
·         untuk legowo 3:1 peningkatan populasinya adalah :  100%  X  1 : (1 + 3) = 25%
·         Untuk legowo 4:1 peningkatan popuasinya adalah :  100%  X  1 :  (1 + 4) = 20%
·         Untuk legowo 5:1 peningkatan popuasinya adalah :  100%  X  1 :  (1 + 5) = 16,6%


MANFAAT SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO :
·         Menambah jumlah tanaman padi seperti perhitungan diatas
·         Otomatis juga akan meningkatkan produksi tanaman padi
·         Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir
·         Mengurangi serangan penyakit
·         Mengurangi tingkat serangan hama
·         Mempermudah dalam perawatan baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida
·         Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman

KELEMAHAN LEGOWO:
·         Membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama pula
·         Membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi.
·         Biasanya pada legowonya akan lebih banyak ditumbuhi rumput

POPULASI
·         Legowo 4:1 = (20 x 10 cm) x 40 cm, gunakan bambu 1 m x 1 m sehingga didapat 4 baris kali 10 baris 
      tanaman = 40 rumpun/m2
   L  Legowo 4:1 = (25 x 12,5 cm) x 50 cm, gunakan bambu ukuran 1,25 m x 1 m sehingga didapatkan 4 baris kali 8 baris tanaman = 32 rumpun x 0,8 (1 m2/1,25m2) = 26 rumpun/m2.
·         Legowo 2:1 = (20 x 10 cm) x 40 cm, gunakan bambu ukuran  0,6 m x 1 m sehingga didapatkan 2 baris kali 10 baris tanaman = 20 rumpun per 0,6 m2= 33 rumpun/m2.
·         Legowo 2:1 = (25 x 12,5 cm) x 50 cm, gunakan bambu ukuran 0,75 m x 1 m sehingga didapatkan 2 baris kali 8 baris tanaman = 16 rumpun per 0,75 m2=  21 rumpun/m2

UBINAN  SISTEM TANAM LEGOWO
·         Legowo 4:1 (20 x 10 cm) x 40 cm = 2 m sepanjang barisan x   3 m (3 kali legowo 4:1) = 6 m2 
·         Legowo 4:1 (25 x 12,5 cm) x 50 cm = 2 m sepanjang barisan x 2,5 m (2 kali legowo 4:1 = 5 m2 
·         Legowo 2:1 (20 x 10 cm) x 40 cm =  2 m sepanjang barisan x  3 m (5 kali legowo 2:1) = 6 m2 
·         Legowo 2:1 (25 x 12,5 cm) x 50 cm =  2 m sepanjang barisan x 3 m (4 kali legowo 2:1  = 6 m2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar