Senin, Maret 12, 2012

SEKAPUR SIRIH "LEARNING CENTRE"

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang XXX pada tanggal 20 Oktober 2010 di Puyung Lombok Tengah yang lalu – tepatnya di hamparan sawah Gabungan Kelompok tani “Gapoktan Bismillah”. Pada saat itu Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zainul Majdi, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Meskipun NTB telah menjadi Lumbung Pangan Nasional, kita tidak boleh cepat merasa puas, tapi harus tetap mempertahankan bahkan harus dapat ditingkatkan lagi baik kuantitas maupun kualitasnya dengan mengoptimalkan semua potensi sumber daya yang ada. Untuk itu semua pemangku amanah (stakeholdres) dapat meningkatkan sinergisitasnya sehingga program swasembada pangan berkelanjutan dapat kita wujudkan.
       Berdasarkan amanat Bapak Gubernur NTB tersebut, hingga saat ini Gapoktan Bismillah terus menerus berinovasi dan bersinergi dengan semua pemangku amanah untuk senantiasa belajar dan belajar bersama agar  kesenjangan produksi potensial padi dengan produksi potensialnya tidak terlalau jauh berbeda melalui berbagai aplikasi teknologi yang aplikabel dapat dilaksanakan oleh petani.
            Kesenjangan produksi tersebut ditengarai kerena beberapa hal seperti penggunaan benih, pupuk, cara bertanam, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan panen/pasca panen. Untuk itu inovasi teknologi yang dilaksanakan pada lahan sawah Gapoktan Bismillah ini mengintegrasikan penggunaan benih unggul nasional baru (INPARI) dan cara bertanam (jajar legowo) dengan teknis pengendalian  OPT yang komperhensif.  Melihat animo petani atau kelompok tani yang datang berkunjung dan belajar setiap hari cukup banyak, baik yang berasal dari NTB maupun luar NTB maka terpikir bahwa pada lokasi ini/hamparan sawah Gapoktan Bismillah ini (Ex HPS) kita jadikan sebagai tempat “Pusat Pembelajaran/Learning Center” karena beberapa sarana prasarana yang cukup memadai.
Tujuan Wahana Learning Centre adalah Media untuk Transfer Teknologi dan mempercepat penerapan komponen teknologi spesifik lokasi khususnya budidaya padi oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan  keterampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional, Media untuk saling berbagi inovasi teknologi diantara petani, Media Komunikasi antara pemangku amanah (Stake Holder) seperti pelaku usaha, Penyuluh, Peneliti Pemerintah dan lainya, Memfasilitasi dan memediasi stakeholders terkait dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi nasional

1 komentar:

  1. Apakah Learning Centre sudah mendapat Legitimasi dari Dinas Terkait?
    Sebaiknya dapat di Expose ke luar Kabupaten Lombok Tengah

    BalasHapus