Minggu, Maret 11, 2012

INPARI 13 VARIETAS UNGGUL BARU PENUH HARAPAN DAN TANTANGAN


Inpari 13, padi Sangat Genjah dan Tahan Wereng Coklat
Hama wereng coklat yang baru-baru ini dilaporkan telah merusak sebagian pertanaman padi dibeberapa sentra produksi perlu segera dikendalikan agar tidak mengganggu ketahanan pangan nasional. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah merakit padi tahan hama wereng coklat, dilepas dengan nama Inpari 13. Selain tahan wereng coklat, varietas unggul baru ini berumur sangat genjah, hasil tinggi, dan rasa nasinya enak.


Kebutuhan beras di Indonesia terus meningkat, sementara kendala yang dihadapi petani dalam berproduksi semakin beragam, seperti konversi lahan sawah yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Akhir-akhir ini, hama wereng coklat yang menjadi musuh petani pun telah merusak pertanaman padi dibeberapa sentra produksi. Untuk melanggengkan ketahanan pangan nasional, hama penting ini perlu dikendalikan dengan seksama. Salah satu alternatif dalam mengendalikan hama wereng coklat adalah menanam varietas tahan dan berumur genjah.


Varietas unggul padi sawah yang berkembang di petani hingga saat ini rata-rata berumur genjah sampai sedang (110-124 hari). Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah melakukan suatu terobosan dalam perakitan varietas unggul baru, dengan menghasilkan varietas padi sangat genjah dan tahan wereng coklat. Varietas unggul tersebut dilepas pada akhir tahun 2009 dengan nama Inpari 13 (Inpari = Inbrida Padi Irigasi). Varietas unggul baru ini dapat dipanen pada umur 103 hari. Selain sangat genjah dan tahan wereng coklat, Inpari 13 juga berdaya hasil tinggi. Selama pengujian di beberapa lokasi, varietas unggul baru ini mampu berproduksi 8,0 t/ha dengan rata-rata 6,59 t/ha. Penampilan Agronomis
Inpari 13 merupakan hasil persilangan galur OM606 dan IR18348-36-3-3. Postur tanamannya pendek, rata-rata 103 cm, lebih pendek dibandingkan dengan IR64 dan Ciherang masing-masing dengan tinggi tanaman 115-126 cm dan 107-125 cm. Jumlah anakan produktifnya cukup banyak, rata-rata 17 batang per rumpun, setara dengan Ciherang (14-17 batang) . Sama dengan IR64 dan Ciherang, Inpari 13 juga memiliki pertumbuhan daun tegak sehingga relatif dapat menghambat burung saat memakan gabah pada malai. Mutu Beras Sebagian besar masyarakat menyukai tekstur nasi yang pulen, seperti tekstur nasi Ciherang dan IR64.Tekstur nasi Inpari 13 juga pulen dengan kadar amilosa 22,4%,  sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kadar amilosa varietas IR64 dan Ciherang (23%). Sama dengan IR64 dan Ciherang, bentuk beras Inpari 13 juga panjang dan ramping. Warna gabah kuning bersih dengan tingkat kerontokan sedang sehingga relatif memudahkan petani dalam proses perontokan. Bobot 1.000 butir gabah Inpari 13 adalah 25,2 g. Tahan Wereng Coklat dan Blas Wereng coklat merupakan hama tanaman padi yang merugikan petani.Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hama ini. Kelompok peneliti pemuliaan tanaman bekerja sama dengan kelompok peneliti hama dan penyakit tanaman padi di BB Padi berupaya merakit varietas yang tahan hama wereng coklat. Selama pengujian, Inpari 13 terbukti tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3, lebih baik dari varietas IR64 dan Ciherang yang hanya tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan atau biotipe 2.


Selain tahan hama wereng coklat, Inpari 13 juga tahan penyakit blas yang juga dapat menyebabkan turunnya produksi padi.Varietas unggul baru yang berumur sangat genjah ini cocok ditanam di lahan sawah irigasi hingga ketinggian 600 m di atas pemukaan laut (Rozakurniati).


sumber:  Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jalan Raya No. 9 Sukamand








Tidak ada komentar:

Posting Komentar